Breaking News
Home / Historia / Algojo Pembunuh PKI Ini, Kini Sengsara Hidup di Gubuk Reot

Algojo Pembunuh PKI Ini, Kini Sengsara Hidup di Gubuk Reot

Anggota PKI dinaiikan truk

KOTATOEA.COM — Frans de Romes, algojo pembunuh orang  yang diduga anggota Partai Komunis Indonesia di Kabupaten Sikka, NTT mengaku telah diberi Rp 150 ribu per orang. Mereka juga ditambahi beras sebanyak 5 karung ukuran 50 kilogram yang dibagi untuk 10 algojo. Dari pembagian itu, Frans mendapat 25 kg beras.

“Kami dibayar dengan beras dan uang Rp 150 ribu, setelah empat bulan,” kata Frans ketika disambangi Tempo di kediamannya, Rabu, 19 September 2012.

Pembantaian itu dilakukan para algojo selama empat bulan sejak Februari-Mei 1966. Frans merupakan satu di antara 10 penumpas anggota PKI di Kabupaten Sikka. Pria berusia 74 tahun ini mengaku membunuh sekitar 39 orang termasuk dua anggota keluarganya.

Menurut Frans, selain membantai warga terduga PKI itu, mereka juga diperintahkan oleh Komando Operasi (Komop) untuk menggali lubang dan menguburkan orang terduga PKI yang dibantai secara massal. Sepuluh algojo itu mengeksekusi sedikitnya 239 orang yang diduga terlibat PKI.

Dari 10 algojo itu, tersisa Frans yang masih hidup. Sedangkan sembilan algojo lainnya telah wafat. Frans pun hidup sengsara di sebuah gubuk di salah satu desa di Kabupaten Sikka, NTT. (Tempo.co)

 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*